Sabtu, 23 Januari 2010

berita sepak bola

Kuyt, Si Rendah Hati yang Tak Pernah Bisa Diam
Andi Abdullah Sururi - detiksport



(REUTERS)
Liverpool - Tak pernah berhenti berlari. Itulah salah satu ciri khas Dirk Kuyt, pemain Liverpool yang paling sering bergerak selama pertandingan. Rafa Benitez pun mengaku kesulitan mendiamkan diri.

Kuyt sudah bermain 19 kali di semua kompetisi di musim ini, dan 18 di antaranya sebagai starter. Di skuad The Reds hanya dia, Jamie Carragher, Lucas dan Yossi Benayoun yang memiliki pertandingan sebanyak itu.

Walaupun produktivitas golnya tidak banyak untuk ukuran penyerang -- belum pernah di atas 15 gol per musim di Anfield -- , tapi pemain Belanda itu selalu "dimaklumi" dan dinilai positif berkat kerja keras dan karakter bermainnya sebagai team player.

"Di antara semua pemain yang ada di lapangan, dia yang paling banyak berlari di setiap pertandingan. Kira-kira 12 sampai 13 kilometer totalnya. Dan ia melakukannya di setiap pertandingan dengan intensitas tinggi," tukas Benitez tentang anak asuhnya yang satu itu.

Diungkapkan manajer asal Spanyol itu, dirinya sempat berencana mengistirahatkan Kuyt pada duel melawan Wolverhampton Wanderers tadi malam, Sabtu (26/12/2009). Namun, tetap saja pada akhirnya ia memainkan juga pemain 29 tahun itu, sebagai pemain pengganti di babak kedua.

"Saya pengennya mengistirahatkan dia, tapi susah," tutur Benitez kepada News of the World.

"Kami pernah juga ingin memarkir dia di pertandingan Liga Champions melawan Fiorentina. Tapi David Ngog, yang sedianya mengisi tempat dia, sakit di pagi menjelang pertandingan. Jadi ya Kuyt harus diturunkan juga."

"Dia selalu ingin memberi 100 persen, dan main di begitu banyak pertandingan. Dia tak kehilangan banyak pertandingan untuk kami maupun timnas Belanda sejak bergabung dengan Liverpool," tambah Benitez.

Kuyt sedang menjalani musim keempatnya bersama Liverpool, semenjak bergabung dari Feyenoord pada musim panas 2006. Ia termasuk pemain yang sangat disenangi Liverpudlians karena sangat ramah pada fans. Salah satu kebiasaannya adalah berlari ke setiap sudut lapangan seusai pertandingan, untuk memberi apresiasi atas kehadiran suporter.

Kuyt juga dikenal sebagai figur yang rendah hati dan dermawan. Begitu pula istrinya, Gertrude, yang bahkan sempat tetap bekerja sebagai perawat orang lanjut usia di sebuah rumah, meskipun telah menikah dengan seorang pemain bola yang menghasilkan banyak uang. Pekerjaan itu baru dihentikan setelah mereka dikaruniai anak.

Bersama sang istri Kuyt membentuk sebuah yayasan sosial untuk anak-anak tak beruntung di Belanda dan Dunia Ketiga. Ia memiliki beberapa anak angkat penderita AIDS yang ditampung di sebuah rumah yang dibangunnya di sebuah desa kecil di kaki gunung Himalaya di Nepal. Konon kedelapan anak asuh itu belum pernah bertemu dengan Kuyt -- karena ia pun belum sempat menengok rumahnya itu -- tapi mereka memperoleh kesempatan hidup lebih baik dengan kebaikan bapak dua anak itu.
sumber:http://www.detiksport.com/sepakbola/read/2009/12/27/180016/1266642/426/kuyt-si-rendah-hati-yang-tak-pernah-bisa-diam

Tidak ada komentar:

Posting Komentar